Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

17 Agustus 2015 Desa Rejomulyo

Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sangat mengingatkan kita semua pada hari kemerdekaan Republik Indonesia, bagaimana pahlawan kita memperjuangkan negeri kita tercinta.
Tujuh Puluh Tahun Republik Indonesia (Indonesia 70 Tahun) merdeka adalah momentum penting untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus kesempatan berharga untuk melakukan refleksi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan kemerdekaan untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur adalah indikator utama dalam refleksi ini.

Dari awal terbentuknya republik ini sampai dengan pemerintahan Jokowi-JK, telah dilakukan upaya-upaya untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai pendekatan dan program pembangunan yang mewarnai perkembangan republik sampai bentuk seperti sekarang ini. Ada banyak hal yang patut disyukuri dan dinikmati oleh rakyat, namun demikian masih banyak juga hal-hal yang layak untuk diperhatikan oleh pemerintahan sekarang, seperti pemerataan hasil pembangunan dan ancaman disintegarasi seperti yang ditunjukkan oleh peristiwa-peristiwa kekerasan di Papua dan beberapa daerah lain yang menggunakan isyu pelanggaran HAM dan gerakan fundamentalisme agama.

‘GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL DAN PEMBARUAN KEBANGSAAN INDONESIA’ yang mengambil momentum 70 Tahun Indonesia Merdeka. Gerakan ini berupa perayaan setahun penuh 70 tahun Indonesia Merdeka  dan bakal menjadi awal untuk memperbaruhi basis kehidupan berbangsa menuju Indonesia baru. Sebuah Gerakan Perubahan Meneguhkan Kembali Jalan Ideologis Pancasila dan Trisakti
 
Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-70 diperingati warga di berbagai tempat, mulai dari Istana Merdeka Jakarta sampai di penjuru Wilayah Indonesia tidak kalah juga kemeriahan 17 Agustus 2015 di Desa Rejomulyo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Dari Pelaksanaa Upacara , Karnaval Rakyat, Lomba - Lomba dst..
Berikut ini Video Dan Foto dokumentasi Kemeriahan Pesta Rakyat Dari Pelaksanaan Upacara Sampai dngan Karnaval :

VIDEO


 FOTO











Demikian postingan ini tidak banyak untuk foto yang bisa saya upload. semoga bermanfaat untuk kita semua Salam AYO KERJA.

Anak Informatika adalah Calon Menantu yang Paling Kalian Idamkan

artikel ini saya dapatkan dari www.idntimes.com tidak bermaksud menjadi plagiat, hanya saya sendiri merasa anak informatika membaca artikel ini tersenyum sendiri apa memang seperti anak informatika,heheh "Dan akan jadi kebanggaan kalian di masa mendatang." <"Dan akan jadi kebanggaan kalian di masa mendatang." 

Bu, Pak, sudah sekian lama aku menjalin hubungan dengan kekasihku. Ibu dan Bapak sendiri juga tahu bahwa kami berdua sudah serius berkomitmen. Tapi tampaknya, restu dari kalian berdua, masih saja belum kukantongi. Ibu bilang, anak informatika kerjaannya nggak jelas. Di rumah terus, dapat duit dari mana? Ibu mungkin bertanya-tanya, bagaimana anak informatika bisa menghidupi anak dan cucu Ibu kelak. Ayah juga sering protes dan menyebut dia yang aku pilih suka nggak nyambung kalau diajak ngomong. Bahasanya aneh dan frekuensinya beda, kata Bapak

Tapi, coba lihat sisi lainnya Bu, dan mohon sampaikan juga hal-hal ini kepada Bapak ya Bu.

1. Kalau Ibu memiliki menantu anak informatika, Ibu akan memiliki menantu yang selalu up to date sama teknologi. Zaman sekarang kan semuanya sudah terkoneksi sama internet dan gadget, Ibu dan Bapak bisa jadi yang paling gaul di antara teman-teman Ibu-Bapak karena dia dengan senang hati akan mengajarkan teknologi dan gadget terkini pada Ibu-Bapak.


2. Selain itu Bu, lulusan informatika sudah terbukti adalah orang yang fokus pada detail. Saat dia bekerja membuat coding (pasti Ibu bingung ini maksudnya apa), hal-hal kecil dipikir dengan mendetail, Bu. Itu baru urusan kerjaan lho Bu, apalagi soal istrinya. Jadi, pasti anakmu ini akan terjamin, Bu.

3. Yang lebih enak lagi Bu, karena sehari-hari dia sudah terbiasa soal hardware ataupun software, saat ada masalah komputer rusak kita nggak perlu khawatir. Dari hal tersebut sudah tercermin, Bu, dia adalah sosok yang bisa diandalkan.

4. Lebih penting Bu, saat kita hidup di era internet seperti sekarang ini, kalau koneksi internet rumah bermasalah, dia pasti mengerti permasalahannya ada dimana. Sama kok bu, seperti wi-fi yang sekarang krusial untuk hidup kita, kalau ada masalah rumah tangga yang perlu diperbaiki, dia pasti bisa mengerti pokok permasalahannya dan mengajakku duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan itu.

5. Kalau suatu saat anakmu ini atau adik-adik ingin membuka usaha, ada dia yang bisa membantu kami membuat website dan dia juga tahu soal media sosial. Dia juga bisa sedikit banyak membuat desain untuk brosur dan promosi Bu. Kemampuan ini kan banyak gak dimiliki mereka yang kuliah di jurusan lain Bu. Hayo, 

6. Kalau Ibu bilang dia tidak jelas kerjaannya apa, kok di rumah terus? Sebenarnya dia mengerjakan banyak hal untuk orang-orang yang jauh di luar kota bahkan di luar negeri. Bersamanya, ada masa depan Bu, karena kepandaiannya dibutuhkan di belahan dunia manapun. Di rumah pun berarti dia lebih dekat dengan keluarganya kan, Bu?

7. Dia juga orang yang sabar Bu. Jika Ibu mencoba menengok pekerjaannya, Ibu akan tahu bahwa dia sangat sabar dan telaten. Dia sudah terbiasa membaringkan diri di antara ribuan kode di depan layar monitor, Bu. Ibu harus lihat ketika dia berusaha sabar menghadapi anakmu ini.



8. Ketika Ibu bilang frekuensinya sering tidak nyambung, sebenarnya ia sudah berusaha mencoba menjelaskan hal-hal seputar teknologi modern yang rumit dengan bahasa sesederhana mungkin. Di balik beberapa istilah yang tak bisa ia ubah Bu, ia selalu berusaha menyesuaikan agar frekuensinya nyambung, bukan hanya denganku saja, tapi juga dengan Ibu dan Bapak.



9. Dia juga pekerja keras Bu. Karena keahliannya dibutuhkan di penjuru dunia, ia bisa memilih bekerja dari mana saja. Tidak hanya keahliannya di depan layar monitor, Bu, tapi keahliannya dalam menghadapi badai rumah tangga juga aku butuhkan untuk keluargaku di masa depan, Bu.

10. Jika sekilas Ibu melihatnya tak punya perawakan pekerja keras dan manja, sebenarnya yang ada justru kebalikannya Bu. Ia bekerja memang di balik meja, namun ia adalah sosok yang ulet, rajin dan sangat jarang mengeluh Bu. Ibu bisa lihat dari jumlah proyek yang telah ia selesaikan bahkan sejak ia belum menjadi sarjana.


11. Ini Ibu pasti senang deh! Gajinya lumayan besar lho Bu, terutama jika ia mendapat proyek dari klien mancanegara. Jadi, Ibu jangan khawatir anak dan cucumu akan diberi makan apa. Permintaan dunia terhadap anak-anak infromatika sedang tinggi-tingginya nih, Bu.


12. Terakhir dan yang paling penting Bu, karena pekerjaannya selalu menuntutnya menjadi orang yang up to date, ia menjadi pribadi yang selalu mau belajar hal baru. Bahkan, sikapnya ini sudah memberi pengaruh positif untuk anakmu ini Bu. Bukankah juga sangat baik jika ada dia yang bisa mengajarkan sikap ini untuk anak-anak kami kelak Bu?


Meski di masa lalu anakmu ini pernah membuat kesalahan Bu, tapi percayalah pilihan anakmu ini, Bu. Anak Informatika adalah menantu yang akan membuat Ibu dan Bapak bersyukur dan bangga hingga puluhan tahun mendatang.
Dari anakmu yang masih menanti restu Bapak-Ibu, dan tetap menyayangi kalian sepenuh hati.
sumber :http://www.idntimes.com

Wisuda IBI Darmajaya 11 April 2015

Oktri Darmadi, S.Kom , MM

Album Wisuda Darmajaya 11 April 2015 Happy Graduation for Me and For All Wisudawn and wisdawati  Program Pascar Sarjana, Program Sarjana, Program Diploma IBI Darmajaya 11 April 2015 Graha Mandala Alam Bandar Lampung.

Bandar Lampung, 11 April 2015 bertempat di AGraha Mandala Alam Bandar Lampung. digelar acara Program Pascar Sarjana, Program Sarjana, Program Diploma IBI Darmajaya. Acara yang  berlangsung dengan menggelorakan semangat dan penuh hikmat. 

Masih Ingat “Pada saat masa orentasi Mahasiswa baru S1 Teknik Infomatika , dimana saya baru masuk kuliah, saya ingat kembali dalam acara wisuda Okrober 2012 saya lulus S1 Teknik Informatika tidak menyangkah pada tanggal 11 April 2015 saya kembali wisuda S2 ada rasa haru, bahagia bercampur , tidak lupa saya bersyukur kepadamu Ya Allah dan Untuk Kedua Orang tua dan keluargaterima Kasih sudah memberikan dukungan.

Kutipan 
Institut Busines Informatika (IBI) Darmajaya kembali menggelar wisuda untuk angkatan ke XIX. Jumlah wisudawan mencapai 337 orang.
Menurut Rektor IBI Darmajaya Andi Desfiandi, jumlah 337 orang yang diwisuda tersebut terdiri dari 13 orang dari diploma, 286 sarjana dan 33 jenjang magister.
"Saya berharap semua wisudawan supaya mengaplikasikan ilmu yang didapat selama duduk di bangku kuliah. Dan saya berharap supaya wisudawan juga siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada Desember mendatang," harapnya.


Berikut Foto - Foto Wisuda 11 April 2015











Sumber : biografi-oktri

Sejarah Desa Rejomulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan

Pada awal tahun 1949 desa kami (Rejomulyo) mulai berdiri.Desa rejomulyo dibangun oleh seorang pejuang yang tidak akan kami lupakan jasa-jasanya,yaitu bernama KI RASMAN dan NY. JAENELARVE RASMINI . ketika KI.RASMAN masih perjaka beliau menikah dengan NY.JAENELARVE RASMINI yang sudah mempunyai dua anak . 
NY.JAENELARVE RASMINI  adalah keturunan Belanda dan KI.RASMAN asli Indonesia GOMBONG (jawa tengah).Sebelum beliau membangun  desa tersebut beliau telah tinggal di  Trikora tidak jauh dari desa Rejomulyo.Desa rejomulyo dan trikora terpisah oleh hamparan kebun karet (Rotherdam).Yang dibangun oleh belanda.
Rakyat rejomulyo berasal dari trikora yang dulu hanya terdapat 49 keluarga saja. Kata rejomulyo sendiri terdapat dari KI.RASMAN. Bermula dari kata "Rejo" yang artinya hasil Sedangkan "mulyo" adalah mulia. Jadi, rejomulyo diartikan sebagai hasil yang mulia. 
Pada tahun 1952 KI.RASMAN diangkat sebagai lurah dan KI.KARTIMAN  di angkat sebagai carik. Beliau telah menjalankan tugasnya dengan baik . Setelah di bangunnya desa rejomulyo dan sampai beberapa tahun kemudian KI.RASMAN telah wafat dengan di dahului oleh istrinya NY.JAENELARVE RASMINI . Makam beliau di semayamkan di tempat yang sama dan ditempatkan di desa rejomulyo yang mereka dirikan .
 Banyak nama jalan dan sekolah dinamai oleh nama KI.RASMAN,jasa-jasa mereka akan kita kenang untuk selama-lamanya.Satuhal yang akan selau kami ingat dan menjadi inspirasi bagi kami adalah kegigihan dan semangat juang mereka dalam meraih sebuah cita-cita besar.Jangan pernah mengeluh jika melakukan  sesuatu hal,sebelum sampai pada tujuan yang kita inginkan.    
 
Postingan ini merupakan cerita dari sesepuh /orang tua yang pernah bersama mbah rasman sendiri,yang dikumpulkan oleh siswa siswi SMK Rasman Mulya sebagai tugas.

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN RI JOKO WIDODO DARI SEORANG GURU





Kepada Yth,


Presiden Republik Indonesia

Bapak Joko Widodo

Salam hormat kami, semoga bapak Presiden senantiasa dalam keadaan sehat dan tetap memiliki semangat untuk memperbaiki bangsa ini menjadi lebih baik lagi. Saya juga mendoakan kepada bapak Presiden dan keluarga semoga diberi ketabahan dalam menghadapi berbagai kritikan pedas dari dari berbagai kalangan yang menginginkan negeri ini menjadi lebih baik, negeri yang mampu mensejahterakan rakyatnya bukan pejabatnya, negeri yang lebih memulaikan para pendidiknya  (guru) dibandingkan memuliakan para kaum kapitalis dan sekuler yang telah menggerogoti kekayaan bangsa ini.

Pak Presiden yang terhormat, saya adalah seorang guru sekolah dasar di Kabupaten Bogor, letak yang tidak jauh dari ibu kota Jakarta, kabupaten yang pernah menjadi pemberitaan setiap hari karena presidennya tinggal di salah satu daerah tersebut yaitu Cikeas. Tapi mungkin itu tidak penting bagi Pak Presiden, juga surat ini mungkin juga tidak penting bagi bapak Presiden.

Surat Terbuka Untuk Jokowi

Pak, Presiden saya pun tidak yakin surat ini akan sampai ke tangan engkau dan bisa dibaca, tapi paling tidak surat ini dibaca oleh rekan-rekan kami yang sama-sama berprofesi sebagai guru. Surat terbuka ini sengaja saya tulis, bukan karena ikut-ikutan karena banyaknya para praktisi, akademisi, pengamat dan orang-orang terkenal lain menulis surat terbuka.

Dari bahasa surat ini mungkin Pak Presiden, akan langsung menilai, ah, apaan sih gak penting bangat surat ini. Yak, betul Pak Presiden saya bukanlah sosok intelektual layaknya engkau yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas terbaik di Indonesaia yaitu UGM, saya juga bukanlah guru yang punya prestasi sangat jauh dengan engkau yang pernah dinobatkan sebagai salah satu Wali Kota terbaik di dunia.

Pak Presiden yang saya hormati, sungguh  saya sebagai guru senantiasa di ajarkan untuk menghormati siapapun apalagi menghormati engkau sebagai presiden. Namun saya hanya guru biasa yang tidak layak mendapatkan penghormatan dari siapaun apalagi dari seorang Presiden. Saya pun tidak layak untuk di puji-puji dan di banggakan layaknya engkau di puji dan dibanggakan oleh para pendukung setiamu. Sayapun tidak bisa berbahasa yang santun sesantun bahasanya orang-orang solo seperti engkau dan para pendukungmu.

Pak Presiden yang saya banggakan, saya adalah guru yang setiap hari senantiasa menanamkan nilai-nilai kesantunan pada anak didik kami. Kami mendidik mereka agar berkata santun dan bersikap ramah. Karena itulah makna dari pendidikan kita, saya yakin engkau dan pak menteri pendidikan Anies Baswedan lebih memahami dari saya.

Pak Presiden sungguh hati saya tersayat dan merasa teriris-iris dengan ucapakan seorang gubenur yang menjadi sahabat baik engkau. Bukankah kah beliau adalah seorang pemimpin, bukankah dia adalah seorang intelektual yang pendidikannya lebih tinggi dari pada kami, bukankah beliau juga memiliki anak-anak yang masih sekolah atau kuliah. Begitu bangganya dan seolah tidak bersalah beliau mengeluarkan kata yang tidak layak, kata-kata yang harusnya ada di kebun binatang dan juga tempat-tempat yang menjijikan.

Pak Presiden, saya yakin engaku juga pernah sekolah, engkau pernah merasakan dan melihat bagaimana guru-guru engkau begitu luar biasa memperjuangkan agar anak-anak bangsa ini menjadi generasi berakhlak. Begitupun dengan saya pak presiden dan lebih dari 3 juta guru di Indonesia setiap hari menggelorakan semangat kepada anak-anak didiknya agar mereka menjadi pribadi yang berakhlak juga berilmu.

Sambil menitikan air mata saya terus menulis surat ini……………..

Pak Presiden yang terhormat saat menulis surat ini sayapun teringat pesan-pesan yang begitu menenangkan hati dari guru-guru saya, dari para ustadz dan dari guru-guru saya yang pernah berjuang mendidik saya.

Pak Presiden Jujur saya merasa tersontak dan kaget ketika membaca pemberitaan di media online tentang pemblokiran media-media Islam yang dianggap oleh  lembaga dan kementerian di bawah pimpinan engkau di vonis sebagai media yang meresahkan umat dan membawa faham-faham ISIS. Mohon maaf sekali Pak Presiden, bolehkah saya bertanya, apakah engkau beragama Islam, apakah engkau pernah membaca setiap hari situs-situs tersebut, apakah engkau pernah bersilaturahim dengan para pimpinan media tersebut?. Saya yakin Pak Presiden, engkau sebagai umat muslim tidak ingin umat Islam terus tersudutkan dengan pemberitaan yang mendeskriditkan dan menjelek-jelekan Islam. Saya yakin dari hatimu masih tersimpan rasa bangga terhadap ke-Islaman engkau dan saya yakin hati engkau Pak Presiden masih terbuka akan hidayah Allah SWT.

Pak Presiden yang saya hormati, setiap hari saya sebagai guru mengajarkan bagaimana menjaga etika dan berkomunikasi kepada murid-murid saya. Saya mengajarkan bagaimana jika ada sahabatmu yang bersalah, sebaiknya jangan engkau benci, tapi nasihatilah dan datangilah dia kemudian engkau beritahu kesalahannya serta mintalah memperbaikinya.

Pak Presiden, saya yakin guru engkau sekolah dulu juga mengajarkan yang sama, saat engkau membaca tulisan ini engkau mungkin akan langsung teringat pesan guru-guru engkau. Saya pun merasa yakin para lembaga dan kementerian yang engkau pimpin adalah orang-orangnya memiliki tingakat intelektual dan kesantunan yang luar biasa. Semoga saja engkau dan para menterimu masih ingat pesan-pesan mulia dari gurumu bagaimana seharusnya kita berkomunikasi dan beretika saat kita mengganggap orang lain salah.

Pak Presiden, sungguh saya bangga atas ketegasan engkau dan para menteri engkau dalam menindak kepada hal-hal yang akan merusak moral bangsa ini. Saya akan lebih bangga lagi jika engkau mampu memblokir seluruh konten porno di internet, memblokir situs-situs porno di Indonesia, menutup cafe-cafe dan tempat dugem serta kemaksiatan lain yang lebih berbahaya dari situs Islam yang telah engkau blokir.

Pak Presiden, Mari ambil bagian bersama kami untuk menyelematkan generasi akhlak bangsa Ini. Tahukah engkau Pak Presiden, satu tahun ini saya sudah stop menonton TV, tahukah engkau kenapa itu saya lakukan?. Karena saya merasa tidak ada lagi tontonan di TV yang bisa menenangkah hati kami, tak ada cerita inspirasi yang bisa saya bagikan kepada murid-murid saya, sungguh TV telah menjadi racun yang sangat dahsyat bagi generasi bangsa ini. Pak Presiden, menonton TV hanya membuat kami merasa makin resah dan gelisah dengan pemberitaan yang sama sekali tidak mendidik, tentu tak perlu kami urut satu persatu berita apa itu, karena ada lembaga KPI yang setiap hari mengawasinya.

Pak Presiden yang saya hormati, situs-situs Islam sesungguhnya menjadi pelipur lara bagi saya, menjadi penyejuk ditengah kegersangan hati kami, menjadi tempat kami belajar bagaimana menjadi pendidik sekaligus orang tua yang baik. Situs Islam telah memberi pencerahan kepada kami, bagaimana sesungguhnya berjihad dan beribadah di dalam Islam yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunah. Bungkah itu yang engkau ingingkan, ada media Islam yang mencerahkan umat.

Pak Presiden, tapi saya tak mau terlalu kecewa dan tidak mau berlalut lama-lama dalam kondisi seperti ini, karena saya yakin semua ini sudah menjadi takdir Allah. Sayapun merasa yakin bahwa Allah sudah memiliki hukuman bagi para pemimpin yang Dzolim terhadap rakyatnya.

Pak Presiden, saya sarankan engkau untuk bergabung di Facebook disana banyak sekali Group dan Komunitas Guru, ada ribuan keluhan yang setiap hari para guru tulis disana. Tentang berbagai hal, tentang ke kecewaan terhadap pemimpin, tentang status mereka yang tidak jelas, tentang gaji yang tak kunjung turun, tentap moral anak bangsa, tentang bejatnya para pemimpin negeri dan lain sebagainya.

Pak Presiden, tentu kami menyadari bahwa menjadi guru sudah menjadi pilihan kami, kami siap untuk hidup sederhana dengan tidak berlimpah uang dan harta. Mengabdi menjadi guru merupakan pilihan kami, karena kami meyakini harus ada yang mengambil peran ini, bukankah sesungguhnya gurulah penentu utama kemajuan bangsa ini.

Tapi pak Presiden kami juga merasakan begitu pahitnya kebijakan-kebijakan engkau yang telah engkau putuskan. Tentu engkau sangat tahu berapa tebalnya kantong kami, tentu engkau tahu kami harus berjuang dalam kesederhamnaan, tentu engkau tahu kami hanya bisa mengajarkan kepada anak-anak agar terbiasa makan dengan 4 sehat 5 sempurna. sementara kami makan dengan secukupnya dan itu kami syukuri.

Pak Presiden setiap hari kami harus membeli bensin, membayar listrik bulanan, membeli kebutuhan setiap hari dan membiayai anak-anak kami sekolah. Mohon maaf Pak Presiden rasanya hidup kami dulu tidak sepayah ini, kenapa setelah engkau pimpin rasanya hidup semakin susah.

Maafkan jika saya, kami para guru harus mengeluh seperti ini, karena saya yakin Pak Presiden tidak sudi atau mana mau bergabung bersama kami di facebook bersama jutaan guru dari berbagai ratusan group. Pak Presiden, bagaimana kami akan mengajar dengan tenang dan mengasyikan, jika pikiran kami harus terfokus, besok makan apa, anak istri di rumah sudah makan belum, kira-kira cari sampingan apa.

Pak Presiden, mohon maaf jika pada bagian ini engkau memukan jati diri kami yang sesungguhnya, yah inilah kami seorang guru yang juga manusia biasa, membutuhkan makanan terjangkau, listrik murah dan bensin yang hemat.

Pak Presiden yang saya hormati, mohon maaf jika kami harus mengatakan ini. Kami harus mendukung murid-murid kami yang dulu pernah kami didik di SD, pernah belajar bersama kami, pernah kami ajarkan etika bagaimana mengkritik dan bagaimana bersikap santun terhadap pimpinan.
Sungguh saya bangga mereka telah mengingatkan engkau dengan berbagai cara, mereka menulis kritikan lewat media, mereka berbicara di forum-forum resmi, dan sungguh saya bangga sekaligus kaget mereka yang masih jadi mahasiswa saja mampu mengeluarkan Raport merah untuk pak Presiden. Padahal kami saja yang guru tidak berani melakukannya.

Diakhir tulisan ini sungguh sangat terpaksa jika kami harus mendukung murid-murid kami yang dulu pernah kami didik di SD, harus menurunkan engkau pada bulan Mei nanti. Pak Presiden, sungguh hal ini tidak pernah kami ajarkan, ini menjadi suara hati mereka, karena mereka juga mungkin punya ayah dan ibu yang juga seorang guru yang telah mengalami perang batin yang sama dengan kami.

Pak Presiden saya ingin mengatakan sejujurnya surat ini saya tulis sendiri kurang lebih selama 3 Jam tapa pengaruh siapapun. saat menulis surat ini saya juga masih berada di kantor sekolah dan inilah pertama kalinya dalam hidup saya, saya menulis surat terbuka dan langsung di tunjukan kepada pemimpin tertinggi negeri ini.

Oia Pak Presiden hampir saya lupa, sungguh dulu engkau adalah orang yang saya banggakan, sehingga menggerakan hati saya untuk membeli buku biografi engkau, betapa terinspirasinya saya saat membaca kehebatkan engkau dalam buku biografi tersebut, karena engkau digambarkan mirip seperti seorang khalifah yang dalam kesuyian diam-diam membawa beras dalam mobil kemudian saat gelap malam engkau berikan kepada orang yang membutuhkan, apa yang engkau lakukan tanpa di ekspos media. Tapi kini entahlah…..engkau tentu tahu dari bahasa surat saya.

Jika suatu saat Pak Presiden ingin bertemu langsung dengan saya, silahkan lihat kontak saya pada pertama kali surat ini di posting di blog saya.

Sebagai seorang guru yang sering mengajarkan nilai-nilai akhlak, maka sayapun ingin mengucapkan mohon maaf yang sebesarnya-besarnya jika surat yang saya tulis ini menyinggung perasaan Pak Presiden, sungguh tidak ada niat lain selain saya ingin agar generasi bangsa ini yang setiap hari kami didik menjadi generasi terbaik.Amin…

Bogor, 04 April 2015

Dari Seorang Guru Sekolah Dasar  (SD) yang pernah memiliki rasa bangga dan terinspirasi  karena kehebatan yang diceritakan dalam buku Biografi Jokowi.

sumber : https://motivatorkreatif.wordpress.com/

Cara Melacak Siapa yang Melihat Profil Facebook Kamu


Cara Melacak Siapa yang Melihat Profil Facebook Kamu - sekedar memberikan cara melacak siapa yang melihat profil Facebook kamu. Di luar sana banyak sekali yang menawarkan cara serupa, tapi pada akhirnya yang terjadi hanyalah iklan, iklan dan iklan, jika pun tidak, kamu diharuskan 

meng-install sebuah Third Party (pihak ketiga) untuk mencobanya.
Unik juga jika kita tahu siapa yang melihat profil Facebook kita, kan? Seperti yang pernah dilakukan Path, namun hanya saja sekarang fitur itu sudah dihapus oleh Path.
Oke, balik lagi ke topik. Cara mengetahui siapa saja yang mengunjungi profil kita dalam beberapa waktu terakhir, bisa terlihat dengan cara yang begitu mudah. Caranya:
  1. Login ke Facebook https://www.facebook.com/
  2. Lalu buka profil Facebook kamu
  3. Setelah profil kamu terbuka, Kemudian klik Kanan lalu pilih "View page source" (Lihat sumber halaman).
  4. Lalu cari kata berikut InitialChatFriendsList, agar cepat, gunakan CTRL + F.
  5. Nah, di situ banyak ID yang muncul. Itulah yang bisa kamu gunakan untuk mengetahui siapa orang yang pernah melihat profil Facebook kamu. Cukup copy salah satu ID (Angka) yang ada, lalu masukan di address bar, sehingga akan berbentuk seperti ini:
    https://www.facebook.com/NomorID




referensi jalantikus.com dan mbah google

Pembunuh Siswa SMA Berseragam Pramuka di Bumi Perkemahan Bantul


korban pembunuhan
Sekedar berbagi Informasi sekilas yang menggembarkan daerah metro dan sekitarnya 

" Kasus pembunuhan siswi SMAN Gajah Mada Kota Metro (14/3) yang menggemparkan masyarakat Metro telah diungkap Polres Kota Metro. Dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam, jajaran Polres Metro dipimpin langsung Kapolres AKBP Hengki berhasil mengungkap kasus pembunuhan Firda Okta Primayanti (18), siswi SMA Taruna Gajah Mada, Kota Metro. Pelakunya adalah mantan kekasih korban, Ambar Priyoko (20), warga Dusun IV RT 13 RW 010, Desa Kibang, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur.

Selain itu polisi juga mengamankan barang buktinya berupa dua sepeda motor milik korban dan pelaku, pisau bayonet hitam, kaus oblong warna hijau, dan celana panjang jins milik pelaku, serta dua ponsel merek Nokia dan Samsung. Sedangkan tali yang diduga sebagai alat untuk membunuh korban, sarung tangan, tas sekolah, dan sepatu korban dibuang pelaku di bawah jembatan gantung di sekitar lokasi kejadian dan terbawa arus sungai.

Kasus pembunuhan tersebut terjadi akibat  pelaku dan korban sebelumnya sempat menjalin asmara. Namun, sekitar tiga hari lalu korban memutuskan hubungannya. Tidak terima dengan keputusan itu, pelaku mengajak korban bertemu untuk meminta penjelasan. Entah kenapa akhirnya Ambar membunuhnya." 

Berikut kutipan foto dari lampung.tribunnews.com

Kutipan Berita Dari TRIBUNLAMPUNG - 
BREAKING NEWS: Cerita Purwadi tentang Pembunuh Firda Saat Jam Salat Jumat
TRIBUN LAMPUNG/INDRA SIMANJUNTAK
Ambar Priyoko (20), tersangka pembunuh Firda Okta Primayanti 
TRIBUN LAMPUNG/INDRA SIMANJUNTAK
Ambar Priyoko (20), tersangka pembunuh Firda Okta Primayanti


" Purwadi (40), warga Desa Kibang, Metro Kibang, Lampung Timur, menjelaskan sebagian warga pergi ke lokasi ditemukannya mayat memastikan apakah mayat itu benar Firda Okta Primayanti.

Namun saat tiba di lokasi, lanjutnya, mayat sudah dibawa ke rumah sakit oleh polisi. Baru sekitar pukul 21.00 WIB, Purwadi mendapat kepastian dari pihak keluarga yang menengok ke rumah sakit bahwa mayat itu benar Firda. 

Ia menyatakan sebelum ada kabar pembunuhan, pada Jumat pagi, tersangka Ambar Priyoko (20) masih kumpul-kumpul   di rumah Tukino, warga setempat, yang tengah menggelar hajatan pernikahan anaknya.
Saat itu, cerita Purwadi, tersangka tidak menunjukkan hal-hal yang aneh atau mencurigakan. Laiknya anak muda lainnya, Ambar ikut membantu dan sibuk menjaga parkir kendaraan tamu yang datang.
Menurut Purwadi, hingga hari menjelang siang, saat sebagian pergi ke masjid menunaikan salat Jumat, tidak ada tanda apapun dari tersangka.

“Rentang waktu itu (salat Jumat) memang tidak ada yang melihat tersangka. Begitu tahu kabar ini, kami kaget. Karena dia juga sempat pingsan itu. Saya tidak menyangka bila Ambar punya niat yang begitu nekad. Dan yang lebih mengagetkan lagi korbanya adalah Firda,” katanya kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (16/3/2014).

Diberitakan sebelumnya, Firda Okta Primayanti (18), siswi SMK Gajah Mada, harus tewas di tangan sang mantan, Ambar Priyoko (20). Korban ditemukan warga dalam kondisi tragis di area Bumi Perkemahan Bantul, Jumat (14/3/2014).

Kapolres Kota Metro Ajun Komisaris Besar Hengki mengatakan, pihaknya telah berhasil mengamankan pelaku pembunuhan, yang tidak lain adalah mantan kekasih korban. Adapun motifnya diduga karena sakit hati dan cemburu.

"Dari keterangan pelaku, mereka baru putus tiga hari lalu. Setelah menjalin hubungan asmara selama kurang lebih satu tahun tiga bulan. Tapi ternyata, yang terjadi aksi pembunuhan. Alasannya sakit hati dan cemburu. Karena korban, katanya (tersangka) sudah punya pacar lagi," ujar Hengki, kepada sejumlah awak media.

Ambar mengaku, aksinya tersebut dilatari sakit hati. Warga Desa Kibang, Metro Kibang, Lampung Timur ini menilai, telah memberikan cinta yang tulus kepada korban. Namun, karena korban memupuskan cintanya, rasa kecewa dan cemburu pun muncul.
"Saya sakit (hati) karena diputusin. Saya menyesal. Tapi, saya kecewa karena diputusin. Kalau kenal dengan Firda itu sudah cukup lama. Sudah hampir tiga tahun," terang tersangka, Sabtu (15/3/2014).
Peristiwa mengenaskan itu sendiri bermula saat korban dan pelaku berjanji untuk bertemu pada Jumat siang. Tujuannya, untuk menyelesaikan masalah di antara keduanya, karena baru putus berhubungan tiga hari sebelumnya.

"Ya pas ketemu itu kami sempat ngobrol-ngobrol dulu. Yang ngajak ketemu dia. Habis itu terjadi (pembunuhan). Saya ikat dia (korban) pakai tali. Sama pakai pisau juga (untuk menghabisi korban)," cerita pria yang berprofesi sebagai petani karet itu.

Ambar mengaku melilitkan tali ke leher Firda. Selanjutnya, tersangka menyayat urat nadi di kedua pergelangan tangan korban. Setelah korban diyakini tewas, Ambar kemudian berusaha menghilangkan jejak mayat korban. Jasad Firda ditutupi dedauan kering yang ada di sekitar lokasi.

Sedangkan tali yang dipakai menghabisi korban berserta tas Firda dibuang ke dekat Jembatan Gantung, Metro Selatan.
Aksi pembunuhan yang dilakukan Ambar sempat tepergok warga sekitar yang melintas dan hendak menembak burung di area Bumi Perkemahan Bantul. "Jadi pelaku setelah membunuh korban, sempat dicurigai warga yang hendak nembak burung di sekitar lokasi. Pelaku kemudian langsung kabur pakai motor Honda Supra X warna merah hitam tanpa pelat. Itu yang dilihat Paino dan Lukman, dua saksi mata di lokasi," ujar Hengki.

Karena curiga dengan gerak-gerik pelaku yang langsung melarikan diri saat berjumpa di sekitar lokasi, Paino dan Lukman kemudian memberitahu pihak keamanan. Selanjutnya, pihak keamanan melakukan penelusuran di sekitar TKP.

"Ternyata, setelah kita sisir, itu betul. Kita menemukan mayat anonim perempuan dan sepeda motor Honda Spacy BE 5387 FS. Dari hasil pengembangan, korban ternyata Firda Okta Primayanti, warga Metro Kibang, Lampung Timur," katanya lagi.

Setelah melakukan pengembangan, polisi kemudian memeriksa Ambar. Awalnya, tersangka tidak mengakui perbuatannya. Namun, setelah didukung saksi dan sejumlah barang bukti (BB), pelaku akhirnya mengaku telah membunuh korban.

"Kita tahan itu malamnya. Sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah kita interogasi, ditambah keterangan saksi mahkota yang melihat pelaku dan sepeda motor yang persis, Ambar akhirnya mengaku. Kita tangkap di rumahnya," ungkap Hengki.

Hengki menjelaskan, tersangka telah berencana untuk melakukan aksi pembunuhan. Karena telah membawa barang bukti yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.

"Dari penuturan pelaku, korban mengajak bertemu untuk minta maaf. Tapi yang terjadi justru aksi pembunuhan. Dan pelaku juga mengaku membawa tali dan pisau. Artinya sudah ada niat," tandas Hengki.
Atas aksinya tersebut, polisi menjerat Ambar dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.(indra simanjuntak)

Kutipan Langsng dari tribunnew , foto pembunuhan from broadcast

Cara Memperbaiki Infus Printer Yang Masuk Angin

Cara Memperbaiki Infus Printer Yang Masuk Angin - Melanjutkan Postingan sebelum nya yaitu Permasalahan Printer Canon dan Solusinya yang membahas tentang printer. 

Tips ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi yang saya dapatkan dari blog tetangga yang kemudian saya praktekan Ketika itu saya benar-benar bingung mengatasi tinta infus yang masuk angin.



 Alat & Bahan :
- Tinta (sesuai kebutuhan)
- Suntikan 2 buah
- Tissue


Solusi Mengatasi infus printer yang masuk angin berikut Langkah – langkahnya :
  1. Lepas catridge dari printer.
  2. Pilih selang warna apa yang ingin diperbaiki ato sedang masuk angin.

  3. Kemudian lepas ujung selang yang menancap pada ctridge dan buka karet penutup udara pada botol infus anda.
  4. Buka penutup karet pada tabung infus dan masukkan suntikan yang telah dilepas jarumya kedalan lubang tabung tersebut.


    Or


  5. Pompa suntikan untuk menekan udara dan tinta masuk ke selang infus.
  6. Setelah selang terisi tinta secara keseluruhan, segera pasang kembali ujung selang ke catridge.
  7. Lepas suntikan dan segera pasang penutup karet agar udara tidak masuk kembali ke tabung infus
Tahap selanjutnya lakukan deep cleaning 1-2 kali. Kalau masih terjadi masuk angin ulangi langkah-langkah di atas, Agar berhasil memang mmbutuhkan keberanian dan ketelitian. Selamat mencoba…

Demikian informasi / tutorial Cara Memperbaiki Infus Printer Yang Masuk Angin yang bisa saya bagikan dengan tujuan berbagi informasi.